Minggu, 17 April 2011

IRIGASI MATA

Pengertian:
Irigasi mata adalah suatu tindakan membersihkan mata.
Tujuan irigasi adalah untuk membersihkan dan mengeluarkan benda asing dari dalam mata.

Indikasi:
1. Cedera kimiawi pada mata.
2. Benda-benda asing pada mata.
3. Inflamasi mata.

Kontra Indikasi:
1. Luka karena ada tusukan pada mata dapat menyebabkan terkikis pada daerah mata tersebut.

Kemungkinan Komplikasi:
1. Cedera perforasi pada mata bila irigasi dilakukan tidak hati-hati dan lembut.
2. Kontaminasi silang pada mata yang sehat bila terdapat infeksi.
3. Abrasi kornea dan konjungtiva.

Peralatan:
Anastesi topikal (lokal), cairan irigasi steril biasanya digunakan larutan garam fisiologis (NaCl).
1. Retraktor desmares alat mengait mata pada kelopak mata.
2. Plester.
3. Kasa.
4. Basin (bengkok).
5. Handuk/laken untuk menutupi pakaian pasien.
Prosedur:
1. Jelaskan prosedur tindakan.
2. Cuci tangan.
3. Tutupi pasien dengan handuk/laken.
4. Anastesi lokal.
5. Gunakan retraktor desmares untuk membuka kelopak mata bagian atas jika tidak ada alat kelopak mata harus ditahan dengan kasa.
6. Untuk menahan agar kelopak mata tetap terbuka berikan tekanan pada tulang promin pada alis dan pipi tidak pada bola mata.
7. Arahkan jatuhnya irigasi langsung pada bagian yang bulat serta bagian atas dan bawah vornikes (dari kantus dalam ke kantus arah luar).
8. Biasanya digunakan 1 liter air cairan dengan cepat untuk cedera karena asap biasanya digunakan 2 liter cairan untuk cedera asam alkali bersifat basa.
9. Keringkan bagian luar air mata dan daerah sekitarnya setelah melakukan irigasi.

Tindakan Lanjutan:
1. Periksa efektifitas irigasi.
2. Liter pH vornikus konjungtiva dengan pH (kertas lakmus), pH normal mata 7,4 dan bila hasil abnormal lanjutkan irigasinya.
3. Bila pH pengukuran menunjukkan angka yang normal periksa kembali setelah 20 menit untuk memastikan bahwa hal ini normal.
4. Kaji rasa nyaman pasien.

Hindari:
1. Menghindari tersentuh alat-alat pada bola mata.
2. Menghindari penekanan terlalu lama pada bola mata.

Dokumentasi:
1. Tanggal dan waktu prosedur.
2. Tipe dan jumlah cairan (NaCl).
3. Toleransi pasien terhadap prosedur.
4. Karakter cairan keluar.
5. Penampakan mata.
6. Intruksi yang diberikan pada pasien/keluarga.
Petunjuk Pemberian Irigasi Mata:
1. Tempatkan pasien terlentang miring kearah yang diirigasi untuk mencegah cairan mengalir ke arah mata yang lain.
2. Gunakan botol plastik yang telah ditentukan kecuali kalau cairan diperlukan dalam jumlah besar.
3. Cairan diirigasikan langsung ke konjungtiva dari kantus dalam ke kantus luar.
4. Hindari penekanan terlalu kuat pada bola mata.
5. Hindari menyentuh mata dengan alat-alat irigasi.
6. Bersihkan kelopak mata bila kotoran banyak dengan membungkuskan kasa pada telunjuk.
7. Tempatkan bengkok disamping wajah untuk menampung cairan irigasi.

Bentuk-Bentuk Obat Mata:
a. Obat Mata Cair:
1. Mudah diberikan.
2. Tidak mempengaruhi penglihatan.
3. Sedikit menyebabkan reaksi kulit.
4. Tidak mempengaruhi pelepasan epitel kornea.
5. Kerugian: sisanya tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

b. Obat Mata Salep:
1. Bisa digunakan untuk periode lama.
2. Tidak menyebabkan tidak enak saat diberikan.
3. Kurang diabsorpsi ke saluran air mata.
4. Lebih stabil dibanding larutan.
5. Kerugian:
a. Menimbulkan bayangan pada mata dimana dapat mempengaruhi penglihatan.
b. Dapat menyebabkan dermatitis kontak.
c. Dapat menghambat pelepasan epitel kornea.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar